TUGAS 3

 HELVI MUSRIANI L.

 B1A1 19 026

 KELAS A


SOAL :

 

Mencari arus modal masuk, arus modal keluar, sektor swasta, sektor pemerintah, jumlah uang beredar lebih banyak dimana.

JAWAB :

 

1.   Arus Modal Masuk

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 6-9 September 2021 mencapai Rp 1,66 triliun. Aliran dana asing itu masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 810 miliar dan pasar saham sebesar Rp 850 miliar. Dengan demikian, pada periode berjalan tahun 2021, aliran modal asing tercatat telah masuk ke Indonesi sebanyak Rp 32,88 triliun. "Berdasarkan data transaksi 6-9 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 1,66 triliun," ujar Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya. Seiring dengan masuknya dana asing sepekan terakhir, maka premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 67,09 bps per 9 September 2021 dari sebelumnya di level 66,33 bps pada 3 September 2021.


Di sisi lain, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun menjadi naik ke level 6,16 persen. Sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury 10 tahun turun ke level 1,297 persen. Adapun pada Kamis (9/9/2021) nilai tukar rupiah di tutup di level Rp 14.250 per dollar AS, kemudian ketika dibuka pada perdagangan Jumat (10/9/2021), nilai tukar rupiah tetap berada di level Rp 14.250 per dollar AS. Sementara itu, terkait inflasi, Erwin mengatakan perkembangan harga pada September 2021 tetap relatif terkendali. Hal itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI pada minggu kedua September 2021, yang diperkirakan inflasi sebesar 0,01 pesen secara bulanan (month to month/mtm). "Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,65 persen (year on year/yoy)," jelasnya.


Penyumbang utama inflasi hingga minggu kedua September 2021 yaitu komoditas daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm) dan minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm). Lalu sawi hijau, bayam, tomat, angkutan udara dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar -0,06 persen (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing- masing sebesar -0,03 persen (mtm), cabai merah sebesar -0,02 persen (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01 persen (mtm). Erwin memastikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Serta menyiapkanlangkah langkah kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, juga menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

 sektor ekonomi (Investasi)

Penanaman Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri Menurut Sektor Ekonomi (Juta US$)

Proyek

Investasi

2016

2017

2018

2016

2017

2018

Pertanian, Perburuan, Kehutanan, dan

Perikanan

 

668.00

 

681.00

 

800.00

 

21671.00

 

22947.10

 

34326.94

Pertanian

633.00

641.00

737.00

21464.60

22883.90

31186.21

Kehutanan

16.00

10.00

22.00

203.80

30.10

3053.17

Perikanan

19.00

30.00

41.00

2.60

33.10

87.56

Pertambangan dan Penggalian

 

134.00

 

218.00

 

325.00

 

6033.60

 

20635.10

 

33099.98

Perindustrian

3541.00

4513.00

5080.00

106783.70

99187.40

83644.43

Listrik, Gas, dan Air

 

472.00

 

434.00

 

560.00

 

22794.50

 

25427.50

 

37264.87

Konstruksi

365.00

283.00

401.00

14039.10

30334.30

44979.67

Perdagangan Besar dan Eceran, Restoran,

dan Hotel

 

1392.00

 

1517.00

 

2090.00

 

6073.30

 

8509.60

 

15526.13

Perdagangan

1024.00

1101.00

1509.00

4513.40

3712.40

6429.82

Restoran dan Hotel

368.00

416.00

581.00

1559.90

4797.20

9096.31

Transportasi, Pergudangan, dan

Komunikasi

 

364.00

 

313.00

 

384.00

 

26769.60

 

34473.50

 

58739.84

Real Estate dan Jasa Perusahaan

 

324.00

 

459.00

 

561.00

 

9192.80

 

17246.60

 

15471.71

Jasa Masyarakat, Sosial, dan

Perorangan

 

251.00

 

420.00

 

614.00

 

2873.20

 

3589.40

 

5551.34

Jumlah

7511.00

8838.00

10815.00

216230.80

262350.50

328604.92


2.   Arus Modal Keluar

Bank Indonesia atau BI mencatat aliran modal asing keluar dari Indonesia sebesar Rp 5,49 triliun berdasarkan data transaksi 9-12 Agustus 2021.

"Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 5,49 triliun, kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Jumat,

13 Agustus 2021. Nilai itu terdiri dari jual neto di pasar Surat Berharga Negara atau SBN sebesar Rp 4,33 triliun, dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 1,16 triliun. Sedangkan berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto atau aliran modal asing masuk Rp 13,77 miliar. Seiring dengan masuknya investor asing, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 73,89 bps per 12 Agustus 2021 dari 77,66 bps per 6 Agustus 2021.

Adapun perkembangan nilai tukar rupiah pada akhir Kamis, 12 Agustus 2021 ditutup pada level (bid) Rp 14.380 per dolar Amerika Serikat. Dengan yield SBN 10 tahun turun ke level 6,32 persen. Sedangkan pada Jumat pagi, 13 Agustus 2021, rupiah dibuka  pada  level (bid) Rp 14.337 per dolar AS. Dengan yield SBN 10 tahun naik ke level  6,33  persen. Erwin mengatakan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

Negara Investasi

merealisasi investasi penanaman Modal Luar Negeri Menurut Negara (Juta

US$)

Proyek

Investasi

2018

2019

2020

2018

2019

2020

Amerika

1671.00

2556.00

3590.00

2885.33

2139.14

1566.10

USA

572.00

788.00

1471.00

1217.62

989.31

749.70

Kanada

90.00

123.00

255.00

170.77

186.27

175.30

Amerika lainnya

1009.00

1645.00

1864.00

1496.94

963.56

641.10

Eropa

3346.00

5286.00

9275.00

2321.02

3655.49

2232.50

Belgia

140.00

195.00

381.00

216.37

86.84

27.00

Denmark

56.00

115.00

183.00

1.82

7.60

2.50

Perancis

408.00

723.00

1079.00

49.63

167.35

25.10

Italia

187.00

264.00

420.00

32.09

27.45

12.70

Belanda

840.00

1345.00

2537.00

943.12

2596.78

1422.40

Norwegia

24.00

38.00

47.00

17.20

17.00

7.00

Jerman

361.00

533.00

1008.00

280.42

189.30

143.60

Inggris

483.00

757.00

1386.00

271.13

142.12

192.80

Swiss

225.00

324.00

554.00

243.28

150.70

130.90

 

Eropa Lainnya

622.00

992.00

1680.00

265.96

270.34

268.50

 

Asia

15877.00

20869.00

41310.00

22716.83

21567.35

24297.40

 

Jepang

3166.00

3835.00

8817.00

4952.77

4310.91

2588.00

 

R.R. Tiongkok

1562.00

2130.00

3027.00

2376.54

4744.51

4842.40

 

Korea Selatan

2412.00

2952.00

5468.00

1604.72

1070.21

1841.90

 

Hongkong

1072.00

1508.00

2789.00

2011.42

2890.99

3535.90

 

Taiwan

471.00

546.00

948.00

210.22

181.09

454.30

 

Singapura

4946.00

7020.00

15088.00

9193.18

6509.63

9779.10

 

India

405.00

526.00

833.00

82.12

58.27

57.60

 

Asia Lainnya

1843.00

2352.00

4340.00

2285.86

1801.74

1198.10

 

Australia

779.00

1247.00

1908.00

1010.77

519.92

390.10

 

Australia

635.00

1049.00

1562.00

597.44

348.27

348.60

 

Selandia Baru

60.00

108.00

169.00

9.28

3.24

13.40

 

Australia lainnya

84.00

90.00

177.00

404.05

168.41

28.20

 

Afrika

299.00

396.00

643.00

373.93

326.86

180.20

 

Nigeria

20.00

26.00

10.00

0.48

0.24

0.10

 

Afrika Lainnya

279.00

370.00

633.00

373.45

326.62

180.10

 

Gabungan Negara

-

-

-

-

-

-

 

Jumlah

21972.00

30354.00

56726.00

29307.91

28208.76

28666.30

 



Peningkatan risiko domestik menyebabkan arus keluar. Membaiknya prospek pengembalian di pasar internasional juga dapat mempengaruhi aliran modal keluar. Risiko domestik meningkat karena beberapa hal:

Ø  Melemahnya pertumbuhan ekonomi. Misalnya, selama resesi ekonomi, prospek sektor riil jatuh dan investor asing akan menjauh dari pasar saham karena harga saham cenderung turun.

Ø  Krisis politik seperti perang, kerusuhan, dan kudeta. Itu membawa pada ketidakpastian terhadap iklim investasi.

Ø  Penurunan suku bunga domestik. Mengasumsikan suku bunga luar negeri tidak berubah, itu membuat pengembalian di pasar dalam negeri kurang menarik. Investor asing memilih untuk berinvestasi di negara-negara yang menawarkan pengembalian yang lebihtinggi.

Ø  Tingginya beban utang pemerintah. Itu meningkatkan risiko gagal bayar pemerintah. Untuk membayar utang, pemerintah mungkin menjalankan kebijakan penghematan (austerity policy), yang mana membebani pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.


3.   sektor swasta

Sektor swasta (bahasa Inggris: private sector) adalah salah satu bagian dalam sektor ekonomi suatu negara yang terdiri dari kegiatan di bidang badan usaha yang sebagian besar modalnya dikuasai oleh pihak swasta dan tidak dikuasai oleh pemerintah. Sektor swasta terbagi dari individu (rumah tangga) dan bisnis (badan usaha milik swasta). Organisasi nirlaba maupun perusahaan laba dapat termasuk ke dalam sektor swasta. Beberapa di antaranya ialah perusahaan, korporasi, bank, dan organisasi non-pemerintah lainnya, termasuk juga karyawan yang tidak bekerja untuk pemerintah. Dalam sektor ini, faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau pribadi. Individu atau kelompok individu mengendalikan bisnis dengan tujuan utama untuk mendapat keuntungan. Dalam ilmu ekonomi makro, sektor ini terbagi lagi menjadi dua, yakni sektor bisnis dan sektor rumahtangga.

 

Keuntungan sektor swasta

Keberadaan dan peran sektor swasta dalam pemerintahan menghasilkan hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat. Peningkatan peran swasta dalam penyelenggaraan pemerintahan akan mengembangkan manajemen sektor publik di dalam masyarakat dengan nilai yang berarti. Turut sertanya pihak swasta di dalam penyelenggaraan pemerintahan berasal dari pemikiran David Osborne dan Ted Gaebler yang dikemukakan di dalam buku berjudul Reinventing Government (1992). Buku ini membahas tentang pemerintahan kewiraswastaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi publik. Sifat administrasi publik diubah dari kaku, membentuk hierarki dan birokrasi kemudian diubah menjadi fleksibel dan mengutamakan pasar. Administrasi publik dibuat agar dapat melakukan adaptasi terhadap tuntutan masyarakat dan perubahan lingkungan. Manajemen publik baru yang bekerja sama dengan swasta dibentuk untuk menghilangkan kesan buruk mengenai sektor publik.

 

4.   jumlah uang beredar

    Likuiditas perekonomian atau uang berdar dalam arti luas (M2) pad pril 2021 tumbuh meningkat sesuai pola musiman di bulan rmdan dan menjelang hari rya idul fitri. Posisi M2 pada april 2021 sebesar Rp. 6.957,3 triliun atau tumbuh 11,5 persen, meningkat dibandigkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,9 persen. Peningkatan tersebutnterjadi pada seluruh komponenya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan M1 pada april 2021 sebesar 17,4 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen. Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat dari sebesar 5,9 persen sementara pad bulan sebelumnya 9,7 persen pada april 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini